Bukan Sepatu Cinderella

Sejak kali pertama mengajar di kampus sepuluh tahun yang lalu, baru kali ini saya mengalami kejadian yang unik. Mungkin bagi sebagian orang ini adalah hal biasa, namun bagi saya ini menjadi petanda yang unik. Lantas apa sih sebenarnya kejadian yang saya alami?

Jadi gini ceritanya. Beberapa minggu yang lalu, saat mengajar mata kuliah ICT and English Education ada pemandangan yang menggelitik saya. Kejadian ini belum pernah saya temukan ketika mengajar di kelas lain. Selama ini paling seputar mahasiswa yang sibuk dengan ponsel mereka, ketiduran, atau asyik ngobrol dengan teman di sampingnya.

Pagi itu, ada salah satu grup sedang presentasi materi. Saya sangat terkesan dengan grup ini karena ada salah satu mahasiswa yang sangat fasih berbahasa Inggris. Sangat jarang mahasiswa yang melakukan presentasi menggunakan bahasa Inggris penuh mulai dari pembukaan sampai dengan penutupan (klik untuk baca cerita ini). Selain anggota grup yang berbahasa Inggris secara penuh ada perilaku tak biasa dari salah satu anggota grup ini.

Ceritanya, pada pertengahan presentasi saya berniat untuk mendokumentasikan grup ini. Awalnya saya tidak menyadari keanehan yang terjadi, namun setelah melihat dengan jeli pada foto yang saya jepret, saya langsung tersenyum melihatnya. Apa sih sebenarnya yang terjadi?

Salah anggota perempuan grup ini entah sengaja atau reflek melepas sepatu selama presentasi berlangsung. Saya juga bingung kenapa mahasiswa perempuan ini sangat percaya diri untuk melepas sepatunya saat presentasi berlangsung. Mungkin dia melakukan hal tersebut karena tidak sadar. Bisa juga untuk mencari kenyamanan dan mengurangi ketegangan.

Benar saja, saat presentasi sambil berdiri mahasiswa ini seolah tidak menyadari bahwa sepasang sepatunya tergeletak di bawah kursi. Tapi satu hal positif adalah mahasiswa ini nampak sangat menikmati suasana presentasi penuh percaya diri dan tak terlihat tegang di raut wajahnya.

Lantas apa yang bisa kita pelajari dari kejadian ini? Baiklah, setiap orang pasti mengalami ketegangan sesaat sebelum atau selama presentasi. Namun, upaya untuk mengurangi ketegangan hendaknya tetap memperhatikan situasi dan kondisi. Apa yang dikakukan oleh mahasiswa tadi mungkin salah satu cara mengurangi ketegangan, namun kalau itu dilakukan dalam forum resmi terasa kurang pas. Apalagi kalau presentasi kita juga dinilai dari sisi kerapian dan penampilan, tentu akan mengurangi nikai dong. 

Saran bagi semua mahasiswa untuk mendapatkan rasa percaya diri adalah dengan memahami semua materi presentasi. Rasa tegang muncul karena kita merasa tidak menguasai materi. Jadi persiapan yang matang untuk mempelajari dan menguasai materi jadi hal penting. Tambahan lainnya adalah memastikan bahwa pakaian dan penampilan kita sudah sesuai dengan etika dan standar yang berlaku. Terakhir, jangan terpengaruh dengan pemikiran bahwa orang lain menilai presentasi kalian. Buang jauh-jauh pemikiran ini, Insya Allah presentasi kalian akan lebih joss.

Wallahualam bissawab

0 comments
9 likes
Prev post: Kita Semua Harus Belajar dari Krisna

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *