Sejak kali pertama menjadi bagian dari kampus ini (dulu masih STAIN Kudus) pada 2015 silam, baru kali ini saya mengalami kejadian yang diluar nalar. Kejadian sepele namun cukup layak untuk diceritakan meskipun ga penting juga bagi orang lain. Tapi ini harus saya ceritakan di sini ya karena
Jadi ceritanya sore ini (Senin, 6 Juli 2026) saya menunda untuk segera pulang ke rumah karena berniat menyelesaikan tugas pelatihan. Sebenarnya bisa saja tugas ini saya selesaikan di rumah, namun entah kenapa ada dorongan kuat dalam diri untuk menyelesaikan semuanya sore ini di kampus. Mungkin karena saya ingin bersantai dan menikmati malam di rumah. Alhasil saya baru beranjak dari meja kantor sekira pukul 17:26 petang.
Sebenarnya tidak ada pikiran atau kekhawatiran kalau saya bakal terkunci dalam gedung, ya karena saya cukup sering pulang saat menjelang maghrib. Tidak biasanya petugas keamanan mengunci pintu utama. Mungkin karena alasan keamanan dan situasi gedung lab yang sepi sehingga diputuskan untuk dikunci saja. Bisa jadi karena saat ini sudah memasuki musim liburan jadi kampus sangat-sangat sepi. Padahal biasanya banyak banget mahasiswa yang santai dan beraktifitas di sekitar gedung lab meskipun malam menjelang.
Cukup lama saya mencari cara untuk keluar dari gedung Lab. Saya sempat mencari petugas keamanan di beberapa titik, namun hasilnya nihil. Saya mulai cemas ketika ada notifikasi di ponsel bahwa lima menit lagi sudah azan magrib. Tapi tetap saja saya tidak bisa berhenti untuk menertawakan diri sendiri, karena jujur momen ini lucu banget.
Setelah cukup lama mencari keberadaan petugas keamanan, akhirnya saya pasrah dan putuskan untuk menunggu di kursi lobi. Kali aja ada petugas yang melihat saya dari kamera CCTV. Beberapa kali saya mengarahkan pandangan dan melambaikan tangan ke arah CCTV. Lagi-lagi saya ketawa dalam hati, teringat sebuah acara horor di televisi saat jaman kuliah dulu.
Sekitar lima menit saya bengong tiba-tiba atas berkat Rahmat Allah yang Maha Kuasa saya punya ide untuk menelpon koordinator keamanan. “Ah kenapa gak dari tadi ya..”, guman saya dalam hati. Dan benar saja, lima menit berselang saya lihat Mas-mas keamanan yang baru (karena saya belum pernah ketemu sebelumnya) meluncur kencang dengan motornya di depan gedung Lab. “Alhamdulillah, saya terselamatkan… hahaha…” seketika hati saya berujar dengan lega. Saya lampirkan foto detik-detik petugas keamanan membukakan pintu untuk saya di bawah ini:
Detik-detik terselamatkan
Beberapa kali petugas keamanan minta maaf kepada saya. Entah karena sungkan, takut, atau mungkin mau ketawa tapi takut dosa. Saya lebih banyak ketawa dan meyakinkan ke beliau kalau saya baik-baik saja, dan malah seneng dapat momen seperti ini. Mungkin ini bisa menjadi salah satu momen yang tak terlupakan.
Dari cerita ini saya belajar hal penting. Komunikasi adalah kunci. Ini penting, seharusnya saya konfirmasi dan memberikan info kepada petugas yang jaga saat itu kalau nanti akan pulang malam atau masih lembur. Ini penting banget, karena apabila ada situasi darurat orang lain akan menyadari keberadaan kita. Semoga bermanfaat.
Wallahualam bissawab