Sebelum memulai membaca, izinkan saya membuat sebuah penafian. Tulisan ini hanya untuk kesenangan saja, tidak perlu diambil hati. Tulisan ini merupakan ekspresi dari apa yang saya rasakan selama mengajar. Tidak bermaksud untuk mengadili atau membandingkan. Hanya sekedar untuk pembelajaran dan inspirasi bagi kita semua agar menjadi lebih baik.
Semester genap 2025-2026 ini saya mengajar delapan kelas, cukup banyak juga ternyata. Dari kedelapan kelas tersebut tentu ada satu kelas yang paling seru, paling berkesan, paling malas, paling lucu, sampai kelas paling membingungkan. Empat mata kuliah saya ampu di semester ini diantaranya adalah Pedagogi Islam dan Pembelajaran Akidah Akhlak di program studi Aqidah dan Filsafat Islam, bahasa Inggris di prodi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir, English for Hadith di prodi Ilmu hadis, ICT and English Language Education dan Gender and Language Education pada program studi tadris bahasa Inggris. Dari delapan kelas yang saya ampu ada satu kelas yang menurut saya paling seru ketika saya mengajar.
Kriteria untuk menilai kelas yang paling seru tidak berdasarkan kemampuan akademik. Jadi memang hanya berdasarkan perasaan dan mood saat saya ketika mengajar di kelas. Salah satunya adalah respon mahasiswa ketika saya selesai memberikan penjelasan. Selama ini beberapa kelas yang saya ampu cenderung pasif dan tidak merespon ketika saya mencoba berinteraksi atau mengajak diskusi. Saya sudah coba banyak cara, metode, dan pendekatan namun tetap tidak ada respon yang menyenangkan. Saya sempat berfikir penyebabnya adalah gaya atau pendekatan saya yang kurang beragam. Namun pada faktanya, hal berbeda saya rasakan ketika saya mengajar di kelas yang yang paling seru ini. Mood dan perasaan bahagia saya seperti diisi ulang secara penuh.
Kelas ini kerap kali memberikan respon yang tak terduga. Inilah yang membuat saya menjadi bersemangat setiap kali mengajar mereka. Beberapa mahasiswa mampu memberikan respon yang positif, meskipun terkadang respon tersebut sangat jauh dari pembahasan.
Mengapa kelas ini saya pilih sebagai kelas paling seru di semester genap 2025-2026 ini? Alasan pertama adalah partisipasi. Antusiasme kelas ini untuk hadir dan berpartisipasi sangat tinggi. Satu pertemuan selalu diisi oleh hampir 98 persen mahasiswa. Mahasiswa yang tidak hadir biasanya karena sakit atau memang ada kegiatan yang sangat mendesak. Tidak hanya hadir, tapi kelas ini terasa “hidup” dan “bernyawa”. Kelas ini kerap kali memberikan respon yang tak terduga. Inilah yang membuat saya menjadi bersemangat setiap kali mengajar mereka. Beberapa mahasiswa mampu memberikan respon yang positif, meskipun terkadang respon tersebut sangat jauh dari pembahasan. Tapi apapun itu, saya sangat bahagia karena mahasiswa tidak hanya hadir di ruang kelas, namun memberikan warna dalam proses interaksi di kelas.
Kedua, kelas ini sangat komunikatif. Tidak hanya koordinator kelas yang mendominasi, namun beberapa mahasiswa juga berani untuk menyuarakan pemikiran mereka. Mungkin mereka cukup pasif ketika berkomunikasi melalui grup obrolan, namun ketika di kelas beberapa mahasiswa memiliki keberanian untuk memberikan pendapat dan pandangan mereka terkait materi yang dibahas. Inilah yang saya sebut “bernyawa” pada paragraf sebelumnya. Bahkan beberapa mahasiswa sangat kocak dan memberikan hiburan tersendiri bagi saya dan teman-teman mahasiswa yang lain.
Ketiga, kelas ini memiliki kekompakan yang tulus. Entah ini benar atau tidak, tapi saya bisa merasakan betapa kompaknya kelas ini. Saya merasakan dari cara mereka berkomunikasi satu sama lain dan cara mereka berinteraksi. Mungkin di kelas lain juga melakukan hal yang sama, foto kelas bareng, makan bareng, namun saya melihat adanya ketulusan dari para penghuni kelas ini. Apabila ada kelas yang kompak tentu akan dapat dirasakan oleh dosen maupun orang lain. Saya tidak bisa mendeskripsikan lebih jauh namun saya bisa merasakan betapa kompaknya mereka.
Karena ketiga hal tadi, pada akhirnya saya menobatkan kelas C6BIR sebagai kelas paling seru pada semester genap 2025-2026. Bukan berarti kelas yang lain tidak seru, oh seru juga. Namun, ada indikator yang tidak terpenuhi sehingga masih terasa kurang dibandingkan dengan kelas C6BIR. Saya sangat senang dan bangga dengan semua kelas dan mahasiswa yang saya ampu. Saya belajar banyak hal dari semua kelas yang saya ampu. Pada akhirnya saya hanya mampu memberikan doa kepada seluruh mahasiswa agar senantiasa mendapatkan keberkahan, ilmu yang bermanfaat, kesehatan dan kesuksesan di masa depan.
Wallahualam bissawab