Kita Semua Harus Belajar dari Krisna

Semester genap 2025-2026 memunculkan banyak kenangan manis dalam perjalanannya. Betapa tidak, pada semester ini saya mengajar delapan kelas dengan karakteristik mahasiswa yang beragam. Ada yang konyol, ada yang sangat religius, bahkan ada yang sangat fashionable. Tapi dari total 241 mahasiswa yang saya ampu, hanya ada satu yang paling sensasional. Mengapa sensasional? Karena ini adalah kali pertama saya mengajar mahasiswa menggunakan bahasa Inggris penuh sepanjang presentasi. Jujur saya merasa terkejut, karena selama ini mahasiswa cenderung takut untuk berbahasa Inggris saat presentasi. 

Mahasiswa yang mengejutkan saya itu bernama Krisna Ubaidillah. Pemuda kelahiran Grobogan ini menunjukkan kepiawaiannya dalam berbahasa Inggris. Bagi saya tidak penting cara pengucapan dan tata bahasa, tetapi bagaimana keberanian untuk berbicara. Yups, Krisna menunjukkan hal itu. Kejadian langka ini ditunjukkan dia saat sesi kelas ICT and English Education. Kala itu kelompoknya mempresentasikan materi terkait dengan penggunaan ICT di kelas bahasa Inggris. Saya masih ingat betul bagaimana Krisna menyampaikan materi dengan tertata dan lancar. Jujur saja, apa yang ditunjukkan Krisna saat presentasi menjadi tamparan keras untuk saya. Apa pasal? karena kadang saya juga merasa tidak percaya diri ketika berbahasa Inggris di depan banyak orang.

Jujur saja, apa yang ditunjukkan Krisna saat presentasi menjadi tamparan keras untuk saya. Apa pasal? karena kadang saya juga merasa tidak percaya diri ketika berbahasa Inggris di depan banyak orang.

Kami sempat berbincang mengenai riwayat pendidikan dia sebelum kuliah. Bisa jadi lingkungan pesantren dan pendidikan Islam telah menempa Krisna untuk menjadi pribadi yang tidak hanya berilmu namun juga mengutamakan adab. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kedudukan adab adalah di atas ilmu pengetahuan. Lantas apa yang bisa kita pelajari dari seorang Krisna? Selain cakap dalam berkomunikasi dengan bahasa Inggris, Krisna juga saya kenal sebagai seorang yang santun. Sikapnya dalam memuliakan orang lain terutama Dosen harus ditiru oleh mahasiswa lain. Gaya berbicara yang santun dan kata-kata yang sopan merupakan nilai lebih yang dimiliki Krisna. Meskipun usia kita terpaut sangat jauh, namun saya bisa merasakan bagaimana anak ini menunjukkan bahwa dia tidak hanya sekedar berilmu, tapi juga beradab.

Pernah suatu ketika, saat berdiskusi Krisna menceritakan bahwa Guru di masa sekolahnya sering menjadikannya sebagai tauladan yang baik. Krisna dianggap oleh Gurunya memiliki sifat dan perilaku yang baik untuk ditiru siswa yang lainnya. Disinilah kebijaksanaan dan kerendahan hati seorang Krisna terlihat. Dalam lanjutan ceritanya, dia merasa risih dan merasa tidak pantas untuk disebut sebagai tauladan terutama jika dibandingkan dengan teman-teman seusianya. Tetapi saya melihat cerita Krisna dari sudut pandang yang berbeda. Jujur saja, apa yang diceritakan oleh Krisna akhirnya melegitimasi bahwa dia adalah orang yang baik budi, sopan, santun, ramah, rendah hati, dan pintar. Sebuah paket komplit tentunya.  

Saya merasa Krisna tidak perlu menjelaskan siapa dirinya. Dari kacamata saya, dia adalah mahasiswa yang memang patut untuk dijadikan teladan dan pimpinan. Semuanya hanya soal waktu, yang dibutuhkan Krisna sekarang adalah memperbanyak koneksi dan semakin sering untuk aktualisasi. Krisna harus berani menantang dirinya sendiri, memberikan target dan cita-cita yang melampaui imajinasi. Krisna harus berani menghadapi situasi rumit dan pelik, karena saya yakin setelah lepas dari kawah candradimuka yang demikian dia sudah sangat siap untuk ditasbihkan sebagai pemimpin di masa yang akan datang. Terima kasih Krisna untuk cerita dan inspirasi yang telah diberikan. Saya belajar banyak hal dari mahasiswa satu ini. Semoga kebaikan dan keberkahan senantiasa menyertai kita semua.

Wallahualam bissawab

 

0 comments
14 likes
Prev post: Hattrick Amala!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *