Pada Rabu, 29 April 2026 kemaren saya diberikan kesempatan oleh English Department Students Association (EDSA) untuk menjadi pembicara dalam kegiatan tahunan mereka EDSA Fest. Biasanya saya hanya diminta untuk menjadi juri pada lomba yang diselenggarakan untuk memeriahkan kegiatan tersebut.
Sempat dibuat bingung terkait materi apa yang akan saya sampaikan pada kegiatan tersebut, karena bagi saya, tema utama kegiatan cukup menantang. Tema EDSA Fest tahun ini adalah From Core to Infinity: Achieving Excellence Together. Sebuah tema yang keren dan punya visi kedepan.
Setelah beberapa hari melakukan perenungan pada akhirnya saya mendapatkan materi apa yang akan saya sampaikan pada kegiatan ini. Berangkat dari kata kunci tema kegiatan “excellent” saya rasa penting bagi saya untuk memberikan materi tentang metode penelitian pada mahasiswa. Saya berharap mereka akan menjadi unggul (excellent) dalam bidang penelitian di masa depan.
Akhirnya saya memutuskan untuk menyampaikan materi tentang narrative inquiry. Sebuah metode penelitian yang fokus kepada cerita partisipan untuk melihat pengalaman mereka. Jadi berdasarkan cerita pengalaman masa lalu, masa kini, dan harapan masa depan seorang partisipan kita bisa melihat konstruksi identitas seseorang.
Saya ingin ceritakan kepada mahasiswa bahwa ada banyak alternatif metode penelitian yang bisa digunakan untuk melakukan penelitian tugas akhir. Selama ini mahasiswa cenderung ragu dan bahkan takut untuk mencoba metode penelitian selain kualitatif deskriptif.
Ciri khas narrative inquiry adalah adanya dimensi interaksi, waktu, dan tempat baik di masa lalu maupun di masa kini. Sebagai contoh perjalanan karir seorang dosen bisa dijadikan topik penelitian dengan metode ini. Saya menggunakan buku berjudul Narrative Inquiry in Language Teaching and Learning Research yang ditulis oleh Gary Barkhuizen, Phil Benson, Dan Alice Chik sebagai rujukan utama tentang narrative inquiry pada kegiatan ini.
Pada kesempatan ini saya menjelaskan filosofi narrative inquiry, teknis pengumpulan data, jenis data, hingga analisis data. Mungkin karena materi ini adalah hal baru bagi sebagian besar peserta, saya melihat banyak raut wajah yang serius mencerna penjelasan saya. Meskipun saat sesi tanya jawab ada mahasiswa yang betrayal tentang data validitas dan beda narrative inquiry dengan metode lainnya.
Tujuan utama saya hanya ingin memperkenalkan kepada mahasiswa program studi tadris bahasa Inggris bahwa ada banyak alternatif metode penelitian yang bisa mereka gunakan untuk menyelesaikan tugas akhir. Pada akhirnya semua kembali kepada mahasiswa sejauh mana mereka mampu dan mau untuk mengekplorasi dan belajar hal baru.
Pada sesi terakhir saya menyampaikan kepada seluruh peserta untuk banyak membaca literatur dan berdiskusi. Tak lupa saya juga memberikan waktu luang kepada mahasiswa untuk sekedar konsultasi dan bertanya tentang metode penelitian di luar sesi perkuliahan. Semoga bermanfaat.

