Minggu pagi (5 Juli 2026) seperti biasa, di sela membaca buku saya selalu mendengarkan musik. Saat itu secara tak sengaja saya melihat foto Tulus pada daftar New Music Friday Indonesia di Spotify. “Wah kayaknya ada lagu baru dari Tulus nih..” ucap saya dalam hati dengan penuh semangat. Seketika langsung klik dan putar lagu berjudul Teh Hijau ini.
Setelah empat tahun tidak merilis lagu baru, lagu Teh Hijau ini semacam penawar dahaga bagi saya. Saat kali pertama mendengarkan lagu ini terasa lega dan merasa lepas. Menurut saya, lagu baru Tulus ini sangat segar, musik penuh keceriaan, dan minimal bisa buat kita menganggukkan kepala saat mendengarkan. Bagian yang paling jenius adalah Tulus selalu sukses memadukan lirik dan melodi yang pas. Lagu ini bisa didengarkan oleh siapapun dalam kondisi dan mood apapun. Keren banget ini Tulus, super josss.
Mungkin saja lagu ini terinspirasi dari maraknya minuman teh hijau dari Jepang atau yang lebih kita kenal dengan matcha. Kalau dikaitkan sih bisa aja benar ya. Banyak tuh unggahan di media sosial yang minum matcha untuk menenangkan diri dari hiruk pikuk dunia. Bisa aja Tulus tiba-tiba terinspirasi ketika minum matcha juga. Nantilah akan saya tanya langsung ke Tulus kalau ketemu.Hahaha..
Kalau kita ngomongin liriknya, menurut keyakinan saya lagu ini bercerita tentang keikhlasan dan penerimaan ketika seseorang telah mencapai fase menerima kegagalan. Kalian bisa memaknai kegagalan cinta, usaha, kuliah, atau situasi yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Namun untuk mencapai ketenangan dan penerimaan ini tidak mudah, ada proses panjang dan sakit yang harus kita lalui.
Kegagalan, rasa sakit dan segala hal yang menurut kita pahit sebenarnya adalah sebuah ketetapan Tuhan. Ah, terima kasih Tulus telah memberikan kita pencerahan, keyakinan, dan mengingatkan kita semua bahwa rasa sakit adalah fase kehidupan yang harus kita lewati. Seketika hati saya langsung bergetar dan mengucap tanpa putus rasa syukur. Meskipun badan dan kepala tepat gerak untuk ikuti melodi lagunya.
Lagu ini juga mengajarkan kita soal menjaga keyakinan dan optimisme. Sesulit apapun situasi kita, yakinlah akan ada banyak jalan untuk bisa keluar dari kesulitan itu. Bukankah hal ini juga sudah tertulis dalam Al Qur’an? Optimisme ini dapat kita temukan pada lirik “Mungkin ini siklusnya Sudah garis jalannya. Esok esok akan lebih elok.” Ya Allah, seketika saya langsung sadar bahwa saya seringkali mengeluh atau marah ketika menemukan situasi yang pahit. Padahal situasi ini hanya sementara, harusnya sih kita tetap menjaga keyakinan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Jujur single ini akan menjadi daftar putar wajib saya setiap hari. Karena enak banget didengerin. Kalian juga harus coba. Saya sertakan tautan untuk mendengarkan versi audio dan video liriknya. Akhirnya terima kasih Tulus telah membawa kami ke dimensi yang berbeda. Teh Hijau ini menjadi pengingat bagi saya pribadi untuk terus bersyukur dalam setiap situasi dan kondisi.
Wallahualam bissawab